PEREKONOMIAN BARU VS PEREKONOMIAN
LAMA
I.
PEREKONOMIAN
BARU
Pada awal orde baru
stabilitas ekonomi stabilisasi politik menjadi prioritas utama.Program
pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi,penyelamatan keuangan
negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat.Pengendalian inflasi mutlak
dibutuhkan,karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650% per tahun.
Setelah melihat pengalaman masa
lalu,dimana dalam sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha nonpribumi dan
sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan.
II.
PEREKONOMIAN
LAMA
Keeadaan ekonomi
keuangan pada masa awal kemerdekaan amat
buruk,antara lain disebabkan oleh:
Inflasi yang sangat
tinggi,disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak
terkendali.
PERSAMAAN PEREKONOMIAN BARU DAN PEREKONOMIAN LAMA.
Sama-sama masih terdapat ketimpangan
ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan Setelah Indonesia Merdeka,
ketimpangan ekonomi tidak separah ketika zaman penjajahan namun tetap saja ada
terjadi ketimpangan ekonomi, kemiskinan, dan ketidakadilan. Dalam 26 tahun
perekonomian baru (1971-1997) rasio pendapatan penduduk daerah terkaya dan
penduduk daerah termiskin meningkat dari 5,1 (1971) menjadi 6,8 (1983) dan naik
lagi menjadi 9,8 (1997). Ketika reformasi ketimpangan distribusi pendapatan semakin
tinggi dari 0,29 (2002) menjadi 0,35 (2006).Sehingga dapat
dikatakan bahwa kaum kaya memperoleh manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi
yang dikatakan cukup tinggi, namun pada kenyataanya tidak merata terhadap
masyarakat.
o Adanya KKN (Korupsi, Kolusi,
Nepotisme)
Perekonomian Baru : Walaupun kecil, korupsi sudah ada.
Perekonomian Baru : Walaupun kecil, korupsi sudah ada.
Perekonomian Lama: Hampir semua jajaran
pemerintah koruptor (KKN).
Hal ini menimbulkan krisis kepercayaan
masyarakat yang sulit untuk disembuhkan akibat praktik-pratik pemerintahan yang
manipulatif dan tidak terkontrol.
Hal ini berhasil karena selama lebih
dari 30 tahun, pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang
stabilitas ekonomi. Kebijakan-kebijakan
PEREKONOMIAN BARU VS PEREKONOMIAN LAMA
|
EXAMPLE (CONTOH)
|
PEREKONOMIAN BARU
|
PEREEKONOMIAN LAMA
|
|
Pembelian dan Penjualan Buku
|
Mengunjungi Toko Buku
|
Mengunjungi Website Penerbit
dan Penjual
|
|
Mendaftar Kelas
|
Berjalan mengelilingi kampus
mencari
Departemen, Kantor Pendaftaran,
dan
seterusnya
|
Mengakses Website Kampus
|
|
Pemotretan
|
Membeli Film, Menggunakan Kameta,
Mengambil Gambar, Mencuci
cetakkan
|
Menggunakan Kamera Digita
|
|
Membayar bensin
|
Mengisi penuh bensin, masuk ke
dalam
mobil, membayar dengan tunai atau
kartu kredit
|
Menggunakan Gelombang
sensor dan tagihannya langsung
masuk ke rekening kita
|
|
Membayar transportasi
|
Membayar tunai
|
Menggunakan Alat Pembayaran
Elektronik
|
|
Membayar barang
|
Mengunjungi toko, mengambil
barang,
membayar
|
Menggunakan kios layanan
pribadi
|
|
Penyediaan Foto Komersial
|
Menggunakan Koran, Majalah,
Kertas M
|
Menggunakan Gambar Digital
|
Bisnis pada Ekonomi
Digital
Berbisnis menggunakan Sistem berbasis Web pada
internet dan jaringan
elektronik lainnya
Ekonomi Digital
Ekonomi yang
berbasis pada teknologi digital, termasuk jaringan komunikasi (internet,
intranet,ekstranet), computer, software, dan teknologi lain yang berkaitan.
Ekonomi Digital
(Digital Economy) disebut juga dengan: Internet Economy, The New Economy, atau The
Web Economy.
Model Bisnis pada Ekonomi Digital
Internet sedang
merevolusi ekonomi, sosial, dan dasar-dasar ekonomi lama. Organisasi sedang membangun
model baru untuk bisnis, ekonomi dan pemerintahan.
Model Bisnis
·
Suatu metode untuk
berbisnis yang mana perusahaan dapat menghasilkan pendapatan untuk mendukungdirinya
sendiri, Bagaimana perusahaan dapat meningkatkan produk dan layananya.
Model Bisnis Representatif pada Era Digital
Name-your-own-Price:
Mengijinkan pembeli untuk menentukan
harga yang akan dibayarkan untuk
suatu produk atau layanan
tertentu.
Bidding
Using Reverse Auctions: Melalui permintaan yang dikutip,
pembeli menandai suatu keinginan, setelah
itu menerima tawaran
dari calon-calon penjual.
Affiliate
Marketing: Mitra pemasaran menempatkan banner iklan
untuk suatu perusahaan pada
websitenya.
Group
Purchasing: Pesanan pembelian dari banyak pembeli
dikumpulkan, bisnis kecil atau
individual dapat memperoleh
diskon.
E-Marketplace:
Pasar dimana pembeli dan penjual dapat
melakukan negosiasi (perundingan)
secara online






